Cara Menangani Serangan Jantung dengan cepat dan tepat

August 26, 2016

Serangan jantung adalah merupakan suatu proses pengrusakan yang terjadi cukup lama. Terdapat tanda-tanda peringatan dini yang berbagai ragam dan kadang-kadang sangat tersamar hingga banyak orang yang lalai terhadapnya, yang mendasari Serangan jantung mendadak adalah penyakit jantung koroner. sekitar 80 persen penderitanya merasakan Penyakit jantung koroner, dan 20 persen penderita/pasien lainnya tidak merasakannya, dan kemudian secara mendadak terjadi serangan jantung, seperti terjadinya nyeri pada dada saat seseorang sedang emosi atau sedang beraktivitas, ujar dr. Yamin yaitu alumnus Fakultas Kedokteran dari Syiah Kuala Universitas.

Beliau mengatakan gejala-gejala akan serangan jantung bagi tiap-tiap orang dapat berbeda-beda. serangan jantung bisa dimulai dengan terjadinya rasa tidak nyaman, rasa sakit yang aneh ataupun juga terjadinya rasa sesak pada bagian tengah dada. Kadang-kadang serangan jantung hanya menimbulkan rasa yang tidak nyaman dan ringan sekali hingga sering hanya dianggap sebagai gangguan pada pencernaan, juga bahkan benar-benar luput dari perhatian. Pada sisi lain, serangan jantung dapat menimbulkan rasa nyeri yang paling buruk seperti terjadinya rasa sesak yang sangat luar biasa dan rasa terjepit di bagian dada, perut atau tenggorokan.

Serangan jantung dapat juga mengenai mereka yang menderita jantung koroner sebelumnya. Hipertensi, kencing manis, hiperkolesterol, dan memiliki riwayat keluarga yang mengidap penyakit jantung koroner, akan lebih beresiko mengalami serangan jantung jika dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki faktor-faktor risiko tersebut.

Untuk menangani pasien yang sedang mengalami serangan jantung secara mendadak sangat dibutuhkan kecepatan. Pasien perlu mengetahui bahwa mereka terkena atau mengalami serangan jantung. Jika mereka ragu-ragu, mereka bisa mendatangi rumah sakit dengan segera. semakin cepat maka akan semakin baik untuk didapatkan diagnosa dari pasien.

Penanganan pasien yang mengalami atau terkena serangan jantung mendadak yaitu yang pertama, pasien diberikan obat trombolitik (pengencer pembekuan darah) pada pembuluh coroner, Selanjutnya dilakukan pembalonan dan yang kedua yaitu (PTCA) Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty primer. Bagi penderita jantung bila terjadi serangan jantung disertai dengan keadaan shock, gagal jantung, sesak nafas, rasa nyeri yang terus-menerus yang tidak bisa diredakan dengan obat, maka PTCA primer adalah merupakan pilihan yang utama.

Seluruh tenaga medis mampu melakukan Pemberian obat trombolitik. Sementara untuk PTC primer, tidak seluruh dari rumah sakit melakukan hal tersebut. Dan semua tenaga medis pada Pelayanan Jantung Terpadu (PJT RSCM) telah memiliki kemampuan melakukan PTCA primer ini.

Keunggulan penanganan terhadap pasien yang mengalami terjadinya serangan jantung mendadak di PJT RSCM ini adalah merupakan keterpaduan pelayanan. pasien pada  umumnya menderita penyakit penyerta, seperti misalnya penyakit jantung dengan gagal ginjal, hipertensi atau diabetes. Sehingga pelayanan terpadu ini menjadikan dokter mudah untuk bekerja sama dengan dokter pada departemen ataupun divisi lainnya.

Pencegahan penyakit jantung melalui penegakkan primer, yaitu dimana masyarakat diberikan pemahaman mengenai bahaya serangan jantung dan juga pencegahan secara dini. Usaha tersebut dapat mengurangi terjadinya serangan mendadak pada jantung.

Mengendalikan semua faktor risiko yang bisa memperburuk keadaan jantung yang terlanjur sakit dengan minum obat secara teratur, diet ketat dengan menyesuaikan penyakit yang dialami, serta mengubah gaya hidup yang tidak menyehatkan selama ini. Seluruh kegiatan harian seharusnya terjadwal dengan teratur serta dilakukan dengan tepat waktu. Waktu untuk makan, istirahat, waktu tidur, dan semuanya terorganisasi secara baik. Jauhi diri anda dari semua faktor penyebab terjadinya stres serta membuat hidup kita menjadi lebih santai.

Kita juga perlu melakukan gerak badan. Misalnya dengan berjalan kaki secara tergopoh-gopoh (brisk walking) sambil memperhatikan apakakah ada keluhan yang timbul selama melakukan kegiatan tersebut. Keluhan pada nyeri dada, rasa sesak napas, juga rasa tidak enak yang lainnya, harus bisa dijadikan petunjuk untuk sesegera mungkin menghentikan kegiatan apapun.

Keluhan dada selama melakukan aktivitas, bahkan pada saat hanya menjalani aktivitas yang ringan sekalipun, bagi orang yang beresiko terserang jantung koroner harus diartikan sebagai bentuk gejala atau tanda-tanda dari serangan jantung koroner. Ketidak pedulian terhadap bentuk dari keluhan jantung yang sekecil apapu adalah buruk akibatnya bagi penyakit jantung. Semoga artikel mengenai cara menangani serangan jantung secara cepat dan tepat ini bisa bermanfaat.

Posted in Informasi by Herbalis Anti | Tags: ,

Leave a Comment