HDL, si Kolestrol Baik Penjaga Kesehatan Mengatasi Jantung Koroner

October 9, 2016

Kolestrol baik atau yang sering dikenal dengan HDL (High Density Lipoprotein), merupakan salah satu dari lima macam bentuk lipoprotein. Bentuk lipoprotein lainnya adalah kilomikron, VLDL (Very Low Density Lipoprotein), IDL (Intermediate Density Lipoprotein), dan LDL (Low Density Lipoprotein)

HDL memiliki presentasi antara protein dan kolestrol terbesar dibandingkan bentuk lipoprotein lainnya. Dibandingkan dengan LDL, HDL memiliki kandungan kolestrol terkecil (atau bisa disebut juga dengan miskin kolestrol).

HDL dapat mencegah adanya aterosklerosis, si penyebab terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Aterosklerosis merupakan penyebab terjadinya PJK jika terjadi pada arteri koroner. Biang utama penyebab aterosklerosis adalah LDL. HDL akan menarik LDL masuk kembali ke dalam hati supaya dapat dimetabolisme dan dikeluarkan dari tubuh.

Anak laki-laki memiliki kadar HDL yang sama dengan anak perempuan. Namun seiring pertambahan umur, kadar HDL pada pria memiliki nilai lebih rendah dibandingkan dengan wanita seumurnya. Nilai normal HDL adalah diatas 40mg/dl. Bila HDL perbandingan maksimal 1:3 dengan LDL memiliki resiko rendah terkena penyakit jantung koroner.

Berikut ini adalah beberapa cara mudah untuk mencegah penyumbatan pembuluh jantung dengan meningkatkan HDL, yaitu:

  1. Olahraga
    Mungkin saran ini memang membosankan. Namun memang olahraga dan beraktivitas secara rutin dapat meningkatkan nilai HDL. Aktivitas olahraga termudah yang bisa dilakukan adalah berjalan, bersepeda atau jogging. Kegiatan tersebut dapat dilakukan secara santai sembari Anda berpergian ke kantor, ke pusat perbelanjaan, dan sebagainya. Lakukan kegiatan tersebut minimal 20-30 menit minimal lima kali dalam seminggu. Aktivitas ringan aerobik yang dilakukan secara reguler diketahui dapat meningkatkan nilai HDL hingga 5%.
  1. Menjaga berat badan ideal
    Again there are another boring advice. Berat badan berlebih dapat menyebabkan nilai LDL meningkat dan menurunkan nilai HDL. Dengan memangkas kurang lebih 2-3kg berat badan yang berlebih menuju berat badan ideal dapat meningkatkan nilai HDL 0,03mmol/L.
  1. Pemilihan Makanan
    Salah satu kecendrungan pemilihan makanan masyarakat Indonesia adalah makanan-makanan berlemak atau berminyak tinggi, misalnya rendang, bakso, dan gorengan. Semakin berlemak dan berminyak suatu makanan, semakin sedap pula rasa makanan tersebut. Padahal minyak dan lemak dalam makanan tersebut termasuk dalam jenis lemak jenuh yang sangat mudah meningkatkan nilai LDL dan trigliserida. Oleh sebab itu untuk meningkatkan nilai HDL, tentu dibutuhkan pemilihan makanan yang mengandung atau menggunakan lemak/minyak tak jenuh. Misalnya makanan tumisan yang menggunakan minyak zaitun, dan minyak canola. Memang untuk menjaga tubuh sehat terlihat mahal, tapi jika sudah sakit tentu saja akan lebih mahal lagi biaya yang diperlukan.
  1. Konsumsi ikan
    Sungguh ironis Indonesia yang memiliki wilayah lautan lebih luas memiliki nilai konsumsi ikan yang rendah dibandingakan dengan negara lain yang memiliki wilayah perairan lebih sedikit. Berdasarkan KKP 2014, konsumsi ikan masyarakat Indonesia hanya mencapai 38 kg per kapita per tahun. Sangat jauh bila dibandingkan dengan Malaysia yang mencapai 70 kg per kapita per tahun atau Jepang yang mencapai 140 kg per kapita per tahunnya. Padahal ikan mengandung omega 3 yaitu lemak tak jenuh yang tinggi yang dapat meningkatkan nilai HDL sehingga dapat mencegah penyumbatan pembuluh jantung bahkan sebagai pengobatan alami jantung koroner.

Saran-saran diatas tentu sangat baik dilakukan untuk mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah dengan tujuan meningkatkan nilai HDL. Konsultasikan terlebih dahulu dengan konsultan kesehatan Anda bila memiliki kondisi khusus atau untuk mengatasi jantung koroner.

Leave a Comment