JANTUNG BERDEBAR TANDA SERANGAN JANTUNG ?

November 28, 2016

Jantung adalah pusat kehidupan dimana jantung berfungsi untuk mengumpulkan darah dari seluruh tubuh yang kurang akan oksigen dan dipompa ke dalam paru–paru. Sehingga darah dapat mengambil oksigen dari paru–paru untuk disebarkan kembali ke seluruh tubuh dan membuang karbondioksida.

Tanpa kita sadari jantung kita terus berdetak setiap saat tanpa henti. Namun pernahkah anda merasakan dimana jantung anda berdentum dengan kuat, cepat dan tidak beraturan?. Hal tersebut tentu akan membuat anda menjadi khawatir, jangan-jangan ada masalah yang serius pada tubuh anda, entah itu hanya berlangsung singkat, terutama bila berlangsung lama dan tak kunjung mereda.

Jantung berdebar yang anda rasakan merupakan penanda yang menjadi petunjuk diagnosa penyakit yang anda derita. Tahukah anda penyakit apa saja yang ditandai oleh jantung berdebar? Apakah anda berpikir bahwa hanya penyakit jantung saja yang memiliki gejala jantung berdebar ?

Berdentumnya jantung anda dengan kuat dan cepat (Palpitasi) dapat terjadi disebabkan dari 3 akibat utama, yaitu :

  1. Hyperdynamic circulation (inkompetensi katup, tirotoksikosis, hiperkapnia, pireksia, anemia, dan kehamilan)
  2. Cardiac dysrythmia (kontraksi atrial prematur, junctional escape beat, kontraksi ventrikuler prematur, atrial fibrilasi, supraventrikular takikardi, ventrikular takikardi, ventrikuler fibrilasi, blok jantung)
  3. Sympathetic overdrive (gangguan panik, hipoglikemi, hipoksia, antihistamin levocetirizine , anemia, gagal jantung )

Seringkali orang dengan jantung berdebar tidak menyadari apa-apa selain irama jantung abnormal itu sendiri. Jantung berdebar yang terkait dengan penyakit jantung dapat dihubungkan dengan hal-hal lainnya seperti sesak di dada, sesak napas, pusing atau light – headedness. Gejala lain adalah nyeri di lengan atau kaki kadang-kadang berlangsung sepanjang malam. Maka kenalilah gejala yang anda rasakan dan periksakan kondisi kesehatan anda kepada dokter dan jangan sampai terlambat!.

Posted in Informasi by dr. Ayu Indah Lestari | Tags: ,

Leave a Comment