BAWANG PUTIH BAIK UNTUK JANTUNG? KOK BISA?

December 15, 2016

Salah satu faktor risiko terjadinya Penyakit Jantung Koroner adalah Hipertensi. Dimana Hipertensi merupakan suatu keadaan ketika tekanan pada pembuluh darah menjadi meningkat. Dapat disebabkan karena sumbatan yang ada pada dinding pembuluh darah, ataupun pembuluh darah yang mengalami penyempitan (vasokonstriksi).

Hipertensi bisa diakibatkan pola makan yang tidak terkontrol, maupun keturunan. Untuk mencegah terjadinya Hipertensi terutama Hipertensi sekunder, kita dapat menggunakan bahan alami yang ada di sekeliling kita seperti bawang putih.

Bawang putih (Allium sativum) memiliki sejarah sebagai tanaman obat. Terungkap bahwa pada zaman batu, para pekerja yang membangun piramida besar di Mesir sering mengonsumsi bawang putih agar tetap kuat dan fit.

Bawang putih memiliki khasiat dalam menyehatkan sistem pencernaan, darah, serta sistem kardiovaskular. Bawang putih sangat populer di AS dan disebut-sebut sebagai bahan alami terlaris kedua yang dijual di Jerman, di mana ia dikonsumsi terutama sebagai herbal untuk jantung dengan mencegah arteriosklerosis dan tekanan darah tinggi.

Beberapa studi eksperimental menunjukkan bahwa senyawa sulfur (yaitu allin) yang terkandung dalam bawang putih berperan penting dalam efektifitas obat. Efek dari bawang putih seperti aktivasi sintesis nitric oxide endotel serta hiperpolarisasi membran sel otot, sehingga dapat menurunkan tonus pembuluh darah. Selain itu berkhasiat sebagai penurun lemak, menghambat agregasi platelet, perpanjangan masa perdarahan dan masa pembekuan, serta peningkatan aktivitas fibrinolitik (Rivlin et al, 2006).

Dalam satu penelitian klinis yang melibatkan empat puluh orang pasien, diberikan bubuk bawang putih kering dengan dosis 900 mg per hari dalam waktu empat bulan, dan terdapat pengurangan yang signifikan dari jumlah trigliserida dibandingkan dengan kelompok plasebo (Vorberg & Schneider, 1991). Bawang putih juga telah terbukti menyebabkan penurunan tekanan darah ringan terutama pada pasien hipertensi.

Bawang putih sebagai herbal untuk jantung juga dilaporkan tidak mempunyai efek dalam metabolisme obat. Namun pada pasien yang menggunakan antikoagulan, harus berhati – hati dalam mengonsumsi bawang putih, karena memiliki efek antitrombotik. Maka, pada pasien – pasien yang akan menjalani operasi, disarankan untuk tidak memakan bawang putih 7 sampai 10 hari sebelum operasi.

Bawang putih sangat ditoleransi oleh tubuh maka bawang putih bisa digunakan sebagai bagian dari diet sebagai salah satu strategi herbal untuk jantung. Mengkonsumsi bawang putih rutin setiap hari menjaga tubuh anda agar tetap sehat dan bisa terhindar dari penyakit jantung yang mematikan

Posted in Informasi by dr. Ayu Indah Lestari | Tags: ,

Leave a Comment