Mual Biasa atau Serangan Jantung? Bagaimana Membedakannya?

January 3, 2017

Mual (rasa terbakar) yang parah dan serangan jantung bisa sulit untuk dibedakan. Saat anda baru saja makan makanan dengan porsi besar dan merasakan sensasi terbakar di dada Anda, apakah karena lambung? Mungkin, tapi ada kemungkinan nyeri dada tersebut disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke jantung (penyumbatan pada jantung) atau serangan jantung yang sebenarnya.

Berapa banyak korelasi antara gejala sakit maag dan serangan jantung?

Rasa terbakar, angina dan serangan jantung mungkin terasa sangat mirip. Bahkan dokter-dokter yang berpengalaman tidak dapat selalu membedakan dari riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Itu sebabnya jika Anda pergi ke ruang gawat darurat akibat nyeri dada, Anda segera akan mendapatkan pemeriksaan untuk menyingkirkan serangan jantung dengan memeriksakan tanda penyumbatan pada jantung.

Apa itu Heratburn?

Heartburn adalah rasa tidak nyaman atau nyeri, disebabkan oleh asam pencernaan yang berpindah ke esofagus (kerongkongan). Ditandai dengan sebuah sensasi terbakar mulai di perut bagian atas dan menjalar naik ke dada, biasanya terjadi setelah makan atau saat berbaring atau membungkuk. Bisa membangunkan Anda dari tidur, terutama jika Anda makan dalam waktu dua jam sebelum pergi ke tempat tidur. Biasanya membaik dengan antasida. Dapat pula disertai dengan rasa asam di mulut Anda, terutama ketika Anda berbaring, dan bisa pula disertai dengan sejumlah isi lambung yang naik ke tenggorokan Anda.

Apa tanda dan gejala yang lebih khas terjadi pada serangan jantung dibandingkan dengan gangguan lambung?

Gejala serangan jantung bersifat tiba-tiba, ditandai dengan rasa nyeri dada dan kesulitan bernapas, sering akibat pengeluaran tenaga. Meskipun tanda-tanda dan gejala serangan jantung sangat bervariasi pada setiap orang. Heartburn sendiri dapat menjadi salah satu gejala dari serangan jantung.

Tanda-tanda dan gejala khas serangan jantung meliputi : rasa tertekan, sesak, sensasi nyeri di dada atau lengan yang dapat menyebar ke leher, rahang atau punggung. Dapat pula disertai dengan rasa mual, gangguan pencernaan, sakit perut, sesak napas, keringat dingin, kelelahan, atau pusing mendadak.

Bisakah gejala pencernaan menyebabkan nyeri dada?

Sebuah kejang otot di kerongkongan dapat menyebabkan nyeri dada yang mirip dengan serangan jantung. Rasa nyeri dari serangan kandung empedu juga bisa menyebar ke dada Anda. Dengan penyakit kandung empedu, Anda dapat mengalami mual yang intens, rasa nyeri yang stabil di tengah atas atau perut kanan atas terutama setelah mengonsumsi lemak. Rasa sakit mungkin menjalar ke bahu, leher atau lengan. Sekali lagi, jika Anda tidak yakin, segera mendapatkan pemeriksaan medis.

2 Cara Mengetahui Perbedaan Antara Rasa Terbakar dan Serangan Jantung

Anda mungkin bertanya-tanya apakah Anda sedang mengalami serangan jantung. Beberapa orang yang mengalami serangan jantung terutama mengeluh nyeri seperti heartburn atau sakit perut daripada nyeri dada. Meskipun kedua kondisi tersebut berhubungan dengan nyeri dada atau ketidaknyamanan, dokter menggunakan berbagai metode untuk membedakan antara rasa panas dengan serangan jantung dilihat dari gejala dan pemeriksaan.

  1. Karakteristik gejala

Baik heartburn maupun serangan jantung sering menyebabkan nyeri dada, yang mungkin menyebar ke rahang atau lengan. Karakter rasa sakit dan gejala yang menyertainya memberikan petunjuk tentang kemungkinan penyebabnya. Misalnya, rasa terbakar atau nyeri dada disertai dengan rasa asam atau pahit di mulut dan rasa terbakar di bagian belakang tenggorokan adalah poin penting terhadap gangguan lambung.

Gejala-gejala ini berhubungan dengan asam lambung yang naik ke kerongkongan sampai ke belakang mulut. Di sisi lain, nyeri dada disertai sesak napas, berkeringat dan / atau pusing menunjukkan masalah mendasar lebih mungkin terjadi pada serangan jantung. Tentu saja, ada atau tidak adanya gejala tertentu tidak cukup untuk menentukan apakah nyeri dada disebabkan oleh heartburn atau serangan jantung. Pengujian dan evaluasi lebih lanjut sangat diperlukan. 

  1. EKG normal

Selama serangan jantung, sebagian otot jantung tidak menerima darah yang memadai dan kekurangan oksigen karena penyumbatan pada jantung. Hal ini menyebabkan perubahan dalam aktivitas listrik jantung, yang dapat terdeteksi oleh elektrokardiogram, atau EKG. Sebaliknya, asam refluks sendiri tidak menyebabkan perubahan aktivitas listrik jantung. Oleh karena itu, EKG normal pada seseorang yang mengalami nyeri dada kurang memungkinkan jika disebabkan serangan jantung. Sebuah EKG yang normal saja tetap tidak cukup membantu, maka diperlukan tes darah, pencitraan jantung atau prosedur lain yang mungkin diperlukan.

 

Posted in Informasi by Herbalis Anti | Tags:

Leave a Comment